images (1)
Puisi : Ayah

AYAH

Memandang kulitmu yang hitam legam

Membuatku semakin terpesona

Itu adalah pertanda betapa gigihnya engkau berjuang menerjang badai hidup yang membelah cuaca.

Engkau tak pernah mengeluh selain berjuang,walau itu engkau anggap bukan perjuangan.

 

Ayah

Aku tidak pernah lupa tentang dirimu.

Kadang kita seperti kawan, yang selalu bercerita walau dalam lelah. Dan kadang pula kita tertawa bersama bahkan sering perkataanmu menyentuh jiwa dan ragaku.

 

Ayah

Kokohnya tangan dan pundakmu, menggendong kami anak anakmu walau kadang kami mengganggu kerjamu di tepi sungai Mahakam.

Tapi menurutmu itu adalah merupakan penawar lelahmu yang bekerja dari pagi hingga malam.

 

Ayah

Kini engkau sudah tiada

Tetapi jejak dan langkahmu terus terasa ada.

Bagiku ini adalah jejak sejarah perjuanganmu yang harus kami tulis dan kenang

 

Jainah, S.Pd

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait